apo nak dikato

Himpunan Puisi Perjuangan

Posted on: Mac 21, 2009

Puisi-puisi ini dipetik daripada ruangan komen untuk tatapan para pengunjung sekalian. Kedua-dua puisi ini merupakan karya Fikrul Mustanir (nama pena), seorang syabab HT yang saya kenali melalui dunia cyber ketika di portal komuniti ukhwah.com. Hak cipta tersedia untuk disebarluaskan. Copyleft (meminjam istilah Faizal, pemilik blog Syabab Tajdid). Kepada FM, sekalung penghargaan diberikan… Insya Allah, saya akan cuba menghimpunkan puisi-puisi indah yang membakar semangat perjuangan dalam diri setiap daie dari semasa ke semasa.

Nanti : Di Suatu Hari Bersinar Mentari

I

Di sini,
Aku bersama sobat-sobat muda, berdahi dewasa
Dalam bulatan berbicara cinta
Memadu kasih pada si Dia
Menyelam lautan bergaramkan Cahaya
Sebagai penyuluh jalan ke Surga

Minda menghirup suri tauladan sang kekasih
Wajahnya dikilas mimpi
Tidak pernah aku temui dalam realiti
Menurut berita yang terpercaya
Dia dari negeri di tengah benua
Berpadang pasir, populasinya si pemakan kurma
Penternak unta

Di negeri gersang dia dibesarkan
Jiwanya bersih bukan kepalang
Wadah rahmat sekelian alam
Untuk dinikmati anak Adam

II

Di sana,
Aku bersama sobat-sobat muda, berdahi dewasa
Pergi ke tengah kota
Menabur idea

Semua tercengang!
Dalam rangkulan kesedaran
Bergemuruhlah suara pemikiran
Hingga ke seberang lautan
Fondasi gedung putih pun bergoncang
Menggangu istirehat pemuja Heraclius si syaitan
Berambut perang

III

Nanti,
Disuatu hari bersinar mentari

Di sana dan di sini,
Pasti! Bendera hitam, dengan kalimah putih melintang
Kata pembuka Gerbang Surga akan terjulang!
Pasti!

fikrul mustanir
Maharani
Muharam 1426H


______________________________________________________________________

Selamat datang adik!
Mari duduk di sisi
Kita teruskan diskusi
Bukan diskusi mengejar kerusi
Bukan juga diskusi mengayam mimpi
Tapi diskusi sira’ ul fikri!

Sengseng legan bajumu!
Mari gandeng dengan tanganku
Bukan untuk menghayun tinju
Bukan juga untuk memetik pemicu
Tapi untuk melakar sejarah
supaya umat tidak lagi parah
Melalui kifah di medan syiasah!

Maharani, 3 Mac 2009.

_________________________

Berganti Musim.
—————

I
Tidak berapa lama dahulu
mentari sosialisma dan kominisma telah terbenam
di bawah selipar lelaki kurus berwajah Shah Rukh Khan
…dengan serban besar berjambang.

Di dada
…keberanian berintikan Iman.

Di bahu
…laras Kalashnikov tersandang.

Di kepala
…kering pemikiran tentang kehidupan.

Di tampok kekuasaan
…mangsa percaturan.

II
Saat ini dunia sedang menjadi saksi
mentari kapitalisma mulai redup
merangkak lesu ke ufuk persemadian.

Setelah puas memancarkan rediasi beracun
melahap ribuan juta korban yang walang
menebar wabak kepada kemanusiaan
individualisma, sekularisma, nasionalisma dan kebebasan
meracuni pemikiran.

III
Nanti dalam hitungan hari
mentari Islam akan bercahaya
mengambil tempatnya tegak di kepala

Bumi bersiap berganti musim
hembusan bayu segar sedang menyapa
di kota dan di desa.

Bibit bedekad yang sentiasa ditebarkan
dalam panas dan hujan
tanpa mengenal jemu dan bosan
oleh petani-petani muda pengusung harapan
mula mencambahkan pohon kesejahteraan
akan membesar sebagai teduhan
buat mu insan.

IV
Demikianlah ketetapan dari Surgawi
Khilafah itu kewajipan dan Janji.

FM
Maharani
26 Maret 2009.


6 Respons to "Himpunan Puisi Perjuangan"

copyleft tu bukan istilah yg ana reka.. Jgn salah sangka..
Istilah tu mmg ada.
Biasanya digunakan oleh org2 yg buat thesis.
Jika kita membt thesis dan ingin masukkan ayat dari thesis yg tlh sedia establish, kita kene buat reference. Copyleft ni lebih kpd penulisan akademik la..

oh begitu… sebenarnya ana cuma quote dari mana ana dapat tahu tentang istilah tu… terima kasih atas makluman… Maksudnya boleh copy tapi kena quote source lah kan? betulkan kalau tersilap…

Salam akhi,

Berikut adalah syair Abdullah bin al Mubarak yang membuat perbandingan antara orang yang sibuk beribadah dengan orang yang sibuk berjihad fi sabilillah. Ana kutip dari buku “Jangan Lalai” karangan Khalid Abd Mu’ti Khalif;

“Wahai hamba yang selalu beribadah di dua tanah haram. Andai kamu mahu melihat kami, maka kamu mengetahui bahawa sesugguhnya kamu bermai-main dengan ibadah kamu.

(Kamu) adalah orang yang pipinya dihiasi dengan airmata sedangkan kami adalah orang yang lehernya dihiasi oleh darah.

Atau (kamu ini adalah) orang yang melelahkan dirinya dalam kebatilan sedangkan kami adalah orang yang membuat kuda-kuda kami lelah dalam peperangan.

Wagian selalu menyertaimu. Dan kami punya wangian yang tersendiri. (Pewangi kami adalah) debu akibat hentakan kaki kuda, dan (menurutku) debu itu lebih wangi apabila dibanding yang lainnya.

Kita telah mendengar sabda baginda Rasulullah saw. Sabda yang selalu benar dan tidak pernah dusta.

Debu kuda yang berada di di hidung seorang yang ikut perang fi sabilillah tidak akan bertemu dengan asap api neraka yang menyala-nyala.

Bergitu juga dalam al Quran disebutkan orang yang syahid sebenarnya tidak mati. (Kandungan al Quran) tidak akan bohong.”

Masya Allah, ana tersentuh bila membaca syair tersebut… Semoga Allah memilih kita sebagai hamba-Nya yang mara di medan jihad demi meraih syahid dan redha-Nya… Amin…

Assalamualaikum adik,

Di sini akak paste kan puisi FM yang di komen di blog akak. Thanks FM… .mula mengenali coretan ante kat bicara muslim…
ana kagum dengan ante….dahlah pandai menulis..pandai berpuisi pula…..Cayalah bro!!!

Berganti Musim.
—————

I
Tidak berapa lama dahulu
mentari sosialisma dan kominisma telah terbenam
di bawah selipar lelaki kurus berwajah Shah Rukh Khan
…dengan serban besar berjambang.

Di dada
…keberanian berintikan Iman.

Di bahu
…laras Kalashnikov tersandang.

Di kepala
…kering pemikiran tentang kehidupan.

Di tampok kekuasaan
…mangsa percaturan.

II
Saat ini dunia sedang menjadi saksi
mentari kapitalisma mulai redup
merangkak lesu ke ufuk persemadian.

Setelah puas memancarkan rediasi beracun
melahap ribuan juta korban yang walang
menebar wabak kepada kemanusiaan
individualisma, sekularisma, nasionalisma dan kebebasan
meracuni pemikiran.

III
Nanti dalam hitungan hari
mentari Islam akan bercahaya
mengambil tempatnya tegak di kepala

Bumi bersiap berganti musim
hembusan bayu segar sedang menyapa
di kota dan di desa.

Bibit bedekad yang sentiasa ditebarkan
dalam panas dan hujan
tanpa mengenal jemu dan bosan
oleh petani-petani muda pengusung harapan
mula mencambahkan pohon kesejahteraan
akan membesar sebagai teduhan
buat mu insan.

IV
Demikianlah ketetapan dari Surgawi
Khilafah itu kewajipan dan Janji.

FM
Maharani
26 Maret 2009.

Wassalam

dn

Terima kasih kak kerana sudi kongsikan puisi FM di sini… Insya Allah kalau ada rezeki boleh dibukukan ni, untuk tatapan generasi akan datang…

=)

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Calendar

Mac 2009
F S S M T W T
« Feb   Apr »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Archive

Sudahkah anda membaca al-Quran pada hari ini?

Bilakah kali terakhir kita membaca al-Quran?

Truth About Democracy – Click to Read the Article

Democracy is not compatible with Islam

Truth About Democracy

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 12 other followers

Sikap Kita Terhadap Sesama Daie

Sikap Hizbut Tahrir sendiri terhadap gerakan-gerakan Islam lainnya setidaknya tercermin dari pernyataan Amin Nayaf , salah seorang tokoh Hizbut Tahrir –ketika beliau memberikan jawaban atas tuduhan terhadap beliau yang telah menyebarkan pemikiran Mu’tazilah: “Janganlah kalian mencoba untuk mencari permusuhan atau mengarah pada permusuhan terhadap gerakan-gerakan Islam lainnya. Kita harus waspada terhadap pihak-pihak yang mencoba untuk memecah-belah gerakan-gerakan Islam. Kepada merekalah seharusnya serangan itu dilancarkan.

Persoalan tentang Baiah al-Inah

Blog Stats

  • 107,715 visits

Top Rated

Reminder to All Muslims around the World

“Say: If it be that your fathers, your sons, your brothers, your mates, or your kindred; the wealth that ye have gained; the commerce in which ye fear a decline: or the dwellings in which ye delight – are dearer to you than Allah, or His Messenger, or the striving in His cause;- then wait until Allah brings about His decision (ie. Torment): and Allah guides not the rebellious.” [TMQ Surah At-Tawbah: 24]
%d bloggers like this: