apo nak dikato

Mobilising the armies to fight is the only duty of the rulers in response to the massacre of Gaza. Otherwise they betray Allah, His Messenger, and the Believers.

Posted on: Januari 1, 2009

بسم الله الرحمن الرحيم

Since Saturday afternoon 27/12/2008 Israel has been brutally bombing regions in Gaza from the air. The people of Gaza have been resisting the aggression with their bare chests, carrying their souls on their palms, in bravery that has few comparisons. Many were martyred and hundreds have been wounded. The planes of the enemy patrol the airspace in security, without the fear of being brought down by a missile or of facing an enemy plane, because the rulers in the Muslim lands have placed a ‘curfew’ on our armies and our aircrafts, and have made them to be only for display and decoration! Thus the planes of the yahood have free reign over Palestine as they bomb men and stones, without fear of any harm!

Hundreds of Muslims demonstrated outside the Egyptian Embassy in London on Monday 29th December to demand that Arab armies move to liberate the people of Gaza from the Israeli entity’s ongoing massacre of nearly 300 men, women and children.

Hundreds of Muslims demonstrated outside the Egyptian Embassy in London on Monday 29th December to demand that Arab armies move to liberate the people of Gaza from the Israeli entity’s ongoing massacre of nearly 300 men, women and children.

These rulers committed a grave sin when they transferred the issue of Palestine from being an Islamic issue to being an Arab issue and than a Palestinian one. Now they stand by as neutral spectators, nay as spectators biased to the enemy. When the enemy inclines to aggression, as in the current massacre of Gaza, these rulers monitor the intruder aircraft, prepare the dead and wounded, and then compete with one another in expressing sorrow and in condemnation of the aggression. All these rulers co-operated in the boycott of Gaza, whether silently or openly, and now they all express their sorrow and condemnation. Even the ruler of Egypt from whose castle, on the eve of the aggression, (the Israeli foreign minister) Livni threatened and promised the attack on Gaza, and on the next day the shelling and bombing of Gaza began, only for this ruler (Mubarak) to express his sorrow and condemnation towards  the aggression!

In reality these rulers have no shame, not from Allah, His Messenger (saw) nor the believers. They besieged the Gaza strip before the enemy did. They wanted the people of Gaza dead, not alive; hence they refused to open the border crossings when they had the breath of life, and then agreed to open it after the people were killed. And today they call for meetings in which they will ‘search’ for a response to the massacre, as if the needed response is unknown! At times they call for meetings of summits, then for foreign ministers, and at times for the Arab League Council…and this is their usual habit. They meet, eat and drink, then issue a statement, and this suffices the followers of shaytaan as the ‘best’ fight! But that is not all. They further go, in shame and disgrace, to the Security Council, seeking a resolution for the support of Palestine from the very states who established the Jewish state and supported it in its usurpation of the blessed land of Palestine. Indeed, evil is what they judge.

The required response to the massacre of Gaza is known. It does not require meetings or gatherings for discussion. Nor is the required response to get a resolution from the states that established and supported the Jewish state. The response, and the only response, is to mobilise the armies to fight and to gather all those able as soldiers in them. This is the only response. The rulers know this but they are hollow pieces of wood propped up who have mastered the art of deception and misguidance.  The curse of Allah be on them! How they are perverted!

O Muslims,
Beware of the rulers deceiving you, such that you think a demonstration, protest or vigil which they allowed you is enough. They alone are not enough. You must push the rulers with all your power and ability to mobilise the armies to fight.


O Soldiers,
Do you not desire one of the two great things (martyrdom or victory)? How does the killing of your brothers intensify whilst you remain in your barracks? Is a ruler who has sold his deen for the world, nay for the world of others, able to prevent you for assisting you brothers?

Allah, Allah, O Soldiers! Hizb ut-Tahrir calls you to the honour of the world and the hereafter: victory for Allah and a near conquest, or Jannah whose width is that of the heavens and Earth, prepared for the righteous.

{ قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ }

“Fight them! Allah will chastise them at your hands, and bring them to disgrace and give you victory over them, and He will heal the breasts of a believing people.” (al-Taubah: 14)

This is how the support to the people of Gaza must be, and this is how the response to the massacre of Gaza must be, and this is how the boycott must be lifted from them, and this is how Allah will heal the breasts of a believing people.

{ إِنَّ فِي هَذَا لَبَلاَغًا لِقَوْمٍ عَابِدِينَ }

“Indeed, in this there is a message for those how worship Allah.” (al-Anbiya: 106)

Hizb ut-Tahrir
1 Muharram 1430 AH
28 December 2008 CE

—————————————————————————————————————————

KERAHKAN PASUKAN UNTUK BERPERANG; Itulah satu-satunya Kewajiban para Penguasa terhadap Pembantaian Gaza. Jika Tidak, Mereka benar-benar telah Mengkhianati Allah, Rasul-Nya dan Orang-orang Mukmin

Sejak Dhuhur, Sabtu, 28 Desember 2008 M, entitas Yahudi membombardir dengan pesawat-pesawat tempurnya secara brutal, dengan terus-menerus dan kadangkala secara sporadis, terhadap sejumlah kawasan di jalur Gaza. Sementara warga Gaza menghadapi serangan itu dengan dada-dada mereka, dengan sikap kepahlawanan yang sulit dicari tandingannya. Mereka menyabung nyawa mereka dengan senang hati; ada yang menjadi syahid, sementara ratusan dan ratusan lainnya terluka. Di saat pesawat-pesawat musuh memasuki wilayah udara mereka dengan aman dan tenang, tanpa sedikitpun rasa takut akan hadangan rudal-rudal yang akan merontokkannya atau pesawat-pesawat tempur yang menghadangnya.  Karena, para penguasa di negeri-negeri kaum Muslim telah menetapkan ”larangan bergerak” kapada pasukan dan pesawat-pesawat kita.  Mereka hanya menjadikan pesawat-pesawat tempur sebagai pameran dan hiasan.  Begitulah, akhirnya pesawat-pesawat Yahudi itupun merasa tenang dan terbang dengan aman.  Padahal pesawat-pesawat itu membombardir manusia dan bebatuan, namun tetap aman dari setiap serangan dan bahaya!

Sesungguhnya para penguasa itu telah melakukan kejahatan, sejak mereka mengalihkan masalah Palestina dari agenda Islam menjadi agenda Arab, kemudian  menjadi agenda Palestina. Mereka pun memposisikan diri sebagai pengamat yang bersikap netral. Bahkan, tidak hanya itu, justru mereka berpihak kepada musuh.  Hingga mereka mempunyai kebiasaan dalam kondisi diserang, sebagaimana yang terjadi dalam tragedi pembantaian Gaza saat ini. Mereka sibuk mengamati pesawat-pesawat tempur Yahudi yang terbang silih berganti, lalu menghitung korban yang tewas dan terluka, setelah itu mereka berlomba-lomba mengeluarkan kecaman dan penolakan keras. Baik mereka yang ikut memblokade jalur Gaza secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Semuanya akan mengeluarkan kecaman dan penolakan keras. Bahkan penguasa Mesir, yang dari istananya, ketika menjelang serangan, Livni telah mengancam dan berjanji akan melakukan serangan, lalu pada hari berikutnya pengeboman pun mulai dilakukan terhadap jalur Gaza. Bahkan, penguasa seperti ini pun tetap mengeluarkan kecaman dan penolakan keras!

Memang, para penguasa itu sudah tidak punya rasa malu, baik kepada Allah, Rasul-Nya maupun kepada orang Mukmin.  Mereka telah memblokade jalur Gaza sebelum diblokade oleh musuh.  Mereka menginginkan warga Gaza menjadi mayat, dan tidak menginginkan mereka hidup-hidup.  Karena itu, mereka menolak membuka pintu perbatasan mereka, ketika denyut kehidupan itu masih ada.  Mereka baru mau membukanya setelah darah mengalir di atas kolam.  Sekarang, mereka menyerukan diadakannya serangkaian pertemuan untuk ”mengkaji” respons yang harus diberikan terhadap pembantaian Gaza. Seolah-olah respons tersebut masih kabur.  Sekali waktu mereka menyerukan diadakannya konferensi tingkat tinggi. Kali lain mereka menyerukan pertemuan tingkat menteri luar negeri.  Berikutnya, mereka menyerukan pertemuan bersama…  Itulah kebiasaan yang mereka ikuti. Mereka berkumpul, untuk makan dan minum.  Kemudian mereka mengeluarkan pernyataan. Setan membisikkan kepada para pengikutnya bahwa  itulah “sebaik-baik” perang!  Tidak hanya sampai di situ,  mereka pun menyandang kehinaan dan aib mereka dengan pergi ke Dewan Keamanan PBB.  Mereka meminta negara-negara yang telah mendirikan entitas Yahudi dan mendukungnya dalam merampas Palestina, tanah yang diberkahi, agar negara-negara itu mengeluarkan resolusi untuk membantu Palestina dan rakyat Palestina:

“Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka putuskan itu.” (QS. an-Nahl [16]: 59)

Sesungguhnya respons terhadap pembantaian Gaza itu sudah jelas, bukannya tidak jelas.  Dan itu tidak membutuhkan rapat, pertemuan dan evaluasi.  Demikian juga respons itu tidak tergantung kepada resolusi dari negara-negara yang telah mendirikan dan mendukung entitas Yahudi.  Tetapi respons itu, hanya dan hanya dengan cara mengerahkan tentara untuk berperang dan menghimpun orang-orang yang mampu untuk menjadi tentara. Dan, tidak ada lagi yang lain.  Para penguasa itu pun memahami hal itu. Namun, mereka itu ibaratnya hanyalah kayu-kayu yang menjadi alat. Mereka memang sangat mahir dengan bersilat lidah, melakukan kebohongan dan penyesatan.

“Semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?” (QS. al-Munâfiqûn [63]: 4)

Wahai Kaum Muslim

Waspadalah jangan sampai para penguasa itu berhasil mengelabuhi Anda,  sehingga Anda merasa puas hanya dengan izin yang mereka berikan kepada Anda untuk melakukan long march, pawai, demonstrasi atau pengamanan yang mereka berikan. Semuanya itu sekali-kali tidak akan bisa menghalangi kebenaran sedikit pun.  Tetapi hendaknya Anda mengambil tugas berat Anda menuju istana-istana mereka, sehingga Anda bisa memaksa mereka agar mau mengerahkan pasukan untuk berperang.

Lalu, Anda wahai para tentara; apakah Anda tidak merindukan salah satu dari dua kebaikan (yaitu, kemenangan atau mati syahid)? Bagaimana mungkin pembunuhan dilakukan terhadap saudara-saudara Anda, meski begitu Anda tetap berdiam diri di barak-barak Anda?  Apakah para penguasa yang telah menjual agamanya dengan dunia, bahkan dengan dunia pihak lain itukah yang menghalangi Anda untuk menolong dan membela saudara-saudara Anda?

Allah, Allah wahai para tentara!  Sesungguhnya Hizbut Tahrir menyerukan Anda untuk meraih kemuliaan dunia dan akhirat, pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat, atau surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang telah disiapkan bagi orang-orang yang bertakwa:

“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman (QS. at-Taubah [9]: 14)

Begitulah caranya menolong warga Gaza. Begitulah seharusnya respons terhadap pembantaian Gaza. Begitulah seharusnya menghancurkan blokade dari mereka.  Begitulah Allah melegakan hati orang-orang Mukmin:

“Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (surat) ini, benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah Allah) (QS. al-Anbiyâ’ [21]: 106)

Ya Allah, kami telah menyampaikan, ya Allah saksikanlah.

Hizbut Tahrir

01 Muharram 1430 H
28 Desember 2008 M

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Calendar

Januari 2009
F S S M T W T
« Dec   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Archive

Sudahkah anda membaca al-Quran pada hari ini?

Bilakah kali terakhir kita membaca al-Quran?

Truth About Democracy – Click to Read the Article

Democracy is not compatible with Islam

Truth About Democracy

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 12 other followers

Sikap Kita Terhadap Sesama Daie

Sikap Hizbut Tahrir sendiri terhadap gerakan-gerakan Islam lainnya setidaknya tercermin dari pernyataan Amin Nayaf , salah seorang tokoh Hizbut Tahrir –ketika beliau memberikan jawaban atas tuduhan terhadap beliau yang telah menyebarkan pemikiran Mu’tazilah: “Janganlah kalian mencoba untuk mencari permusuhan atau mengarah pada permusuhan terhadap gerakan-gerakan Islam lainnya. Kita harus waspada terhadap pihak-pihak yang mencoba untuk memecah-belah gerakan-gerakan Islam. Kepada merekalah seharusnya serangan itu dilancarkan.

Persoalan tentang Baiah al-Inah

Blog Stats

  • 107,623 visits

Top Rated

Reminder to All Muslims around the World

“Say: If it be that your fathers, your sons, your brothers, your mates, or your kindred; the wealth that ye have gained; the commerce in which ye fear a decline: or the dwellings in which ye delight – are dearer to you than Allah, or His Messenger, or the striving in His cause;- then wait until Allah brings about His decision (ie. Torment): and Allah guides not the rebellious.” [TMQ Surah At-Tawbah: 24]
%d bloggers like this: