Semulia akhlak insan: Bahagian 1
DIkirim oleh muhammadghazi di November 27, 2008
Assalamualaikum, berikut dikongsikan mengenai ciri-ciri akhlak mulia yang sewajarnya dipupuk dalam diri kita semua selaku Muslim yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya… Insya Allah, marilah kita bersama-sama berusaha untuk mengamalkannya, berlandaskan garis panduan yang diberikan melalui al-Quran, as-Sunnah, serta daripada peribadi para Sahabat radhiallahu ‘anhum yang telah dibina melalui madrasah tarbiyah Rasulullah saw.
Dipetik daripada Buku “Pilar-pilar Pengokoh Nafsiyah Islamiyah” keluaran Hizbut Tahrir, 2004. Versi Indonesia yang ada dalam simpanan saya ini diterjemah daripada kitab “Min Muqawwamat Nafsiyah Islamiyah”. Buku ini menjadi sebahagian daripada rujukan dalam halaqah anjuran Hizbut Tahrir di samping kitab-kitab mutabannat seperti Nizamul Islam, Takatul Hizbi, Mafahim Hizbut Tahrir dan sebagainya. Hakikat ini jelas menafikan dakwaan sesetengah pihak bahawa HT tidak memberi penekanan terhadap pembinaan akhlak dalam proses pentarbiyahannya. Ya, memang benar, usaha ke arah khilafah merupakan aspek perjuangan HT yang paling dominan di mata masyarakat. Namun tidak bererti aspek lain dikesampingkan. Mudah-mudahan mulut-mulut yang begitu lancang mendakwa itu dikurniakan keinsafan serta beroleh keampunan daripada Allah swt. Semoga Allah mengampuni kita semua. Amin.
Pengalaman membaca dan bertalaqqi buku-buku versi Indonesia banyak membantu saya dalam memahami serba-sedikit bahasa Indonesia yang merupakan bahasa ibunda saudara serumpun kita. Dalam masa yang sama, memudahkan saya dalam membina hubungan dengan saudara kita yang hanya dipisahkan oleh sempadan nasionalisme palsu yang dipaksakan ke atas kita semua. Bahkan saya mempunyai hubungan darah dengan saudara jauh yang telah lama terpisah di Sumatera (saya mempunyai darah Minang).
Rumusan daripada Bab “Orang-orang yang Paling Baik Akhlaknya, ms 251″. [Hanya satu atau dua dalil sahaja yang akan dipaparkan bagi setiap point.]
Contoh-contoh Akhlak yang Baik, antara lain;
1. Malu (al-Haya)
Dari Imran bin Husain ra, ia berkata; Rasulullah saw bersabda:
“Malu tidak akan mendatangkan sesuatupun kecuali kebaikan” [Mutafaq 'Alaih]
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda:
“Iman mempunyai lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang. Cabang yang paling baik adalah ‘La Ilaaha illa Allah”. Sedangkan cabang yang paling rendah adalah membuang duri dari jalan. Dan malu adalah satu cabang dari keimanan.” [Mutafaq 'Alaih]
2. Menahan diri, tidak cepat marah, dan lemah-lembut
Diriwayatkan daripada Ibnu Abbas dan Abu Sa’id al-Hudri, bahwa Rasulullah saw bersabda kepada Asja Abdul Qais;
“Engkau mempunyai dua perkara yang dicintai oleh Allah yaitu bisa menahan diri (daripada melakukan dosa) dan tidak cepat marah”. [Hadis Riwayat Muslim]
Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda;
“Sesungguhnya Allah itu lemah-lembut, mencintai kelembutan dalam segala perkara“. [Mutafaq 'Alaih]
3. Jujur
Firman Allah;
“Hai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar”. [TQS. at-Taubah ayat 116]
Dari Abdullah bin Mas’ud ra, ia berkata; Rasulullah saw bersabda:
“Kalian harus berbuat jujur, karena kejujuran akan mengantarkan kepada kebaikan, dan kebaikan akan mengantarkan ke surga. Jika manusia sentiasa berbuat jujur dan memperhatikan kejujuran, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang jujur”. [Mutafaq 'Alaih]
4. Mengecek (Mempastikan) kebenaran apa-apa yang disampaikan dan cermat dalam menyampaikan informasi (maklumat).
Firman Allah:
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya…” [TQS. al-Isra ayat 36]
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata; Rasulullah saw bersabda:
“Seseorang layak dikatakan pendusta jika ia mengatakan setiap perkara yang didengarnya”. [Hadis Riwayat Muslim]
5. Bertutur-kata dengan baik.
Dari ‘Adi bin Hatim, ia berkata; Rasulullah saw bersabda:
“Jauhilah neraka walau dengan sebiji kurma. Siapa saja tidak menemukan sebiji kurma, maka dengan perkataan yang baik”. [Mutafaq 'Alaih]
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata; Rasulullah saw bersabda:
“Perkataan yang baik adalah shadaqah”. [Mutafaq 'Alaih]
6. Menampakkan wajah berseri.
Dari Jabir bin ‘Abdillah ra, Rasulullah saw bersabda:
“Setiap kebaikan adalah shadaqah. Dan termasuk kebaikan jika engkau menemui saudaramu dengan wajah berseri, dan jika engkau menuangkan air dari bejana milikmu pada bejana milik saudaramu”. [Hadis Riwayat Ahmad dan at-Tirmidzi, ia berkata, "Hasan Shahih"]
Dari Abu Dzar ra, ia berkata, Rasulullah saw bersabda:
“Senyummu di hadapan sahabatmu adalah shadaqah”. [Hadis Riwayat Ahmad dan Ibnu Hibban, dalam Shahih-nya]
7. Diam kecuali dalam kebaikan.
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam”. [Mutafaq 'Alaih]
Dari Bilal bin Haris al-Muzni, Rasulullah saw bersabda:
“Sesungguhnya seseorang akan berkata dengan perkataan yang diredhai Allah, sekalipun hanya sedikit. Allah pun akan menetapkan redha-Nya untuk orang tersebut karena kata-katanya itu hingga suatu hari, ketika dia bertemu dengan-Nya. Sesungguhnya seseorang juga akan berkata dengan perkataan yang dimurkai oleh Allah, sekalipun hanya sedikit. Allah pun akan menetapkan kemurkaan-Nya untuk orang tersebut karena kata-katanya itu hingga suatu hari, ketika dia bertemu dengan-Nya.
8. Memenuhi janji.
Firman Allah:
“Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungjawaban“. [TQS. al-Isra ayat 34]
9. Marah karena Allah.
Dari Ali bin Abi Thalib ra, ia berkata:
“Rasulullah saw memberiku pakaian dengan perhiasan dari sutra yang halus, kemudian aku keluar dengan memakainya, maka aku melihat kemurkaan di wajahnya. Aku lalu merobek-robek pakaian itu di antara istri-istriku. [Mutafaq 'Alaih]
Bersambung… Insya Allah…
